Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2009

Rindu Membeku Bagaikan Salju


Desir angin malam berhembus perlahan-lahan,
menusuk kalbu bertabur rindu,
Detak jantungku terasa kencang,
ketika wajahmu hadir di dalam anganku.

Sungguh kau adalah primadonaku,
Tak kan kulupakan hingga akhir hayatku.
Ku ingin kita tetap bersatu,
Walaupun jarak antara kita teramat jauh.

Wahai kekasihku.
Kapankah kita akan segera bertemu,
Rinduku sudah membeku bagaikan salju.
Terasa sesak napasku ketika aku menahan rindu,
Walaupun kita tak pernah bertemu,
Ku berharap kau akan hadir dalam mimpi-mimpiku.

Kamis, 11 Juni 2009

Kerinduan


pada malam ketika rembulan mengikat janji bintang
ijinkan kutanam mawarmu di taman mimpi
di lembah cinta yang dibingkai pelangi

esok ketika kau terjaga
ceritakan padaku tentang taman bunga kita
tentang dua hati yang lebur jadi satu
tentang matahari keabadian yang merangkak perlahan
tentang kerinduan yang terus menggelora
tentang cinta yang tanpa jeda
tentang sejuta kupu-kupu kerinduan

gelora cinta bagai ombak mencium pantai
tiada kenal lelah mereka berpagutan

tapi kasihku
kerinduan ini rasanya mencekik jiwa
aku lelah mencumbui perihnya kerinduan

ingin kutelan waktu
agar aku bisa segera membelai wajahmu
membiarkanmu bersandar di bahuku
berbagi kegelisahan dan keresahan
mengurai beban yang menggantung
merasai detak jantungmu

ingin kubisikkan pelan ke telingamu
puisi indah tentang kehidupan
kebahagiaan yang ingin kita rengkuh
tentang cita-cita dan harapan
tentang indahnya salju keabadian
tentang hangatnya mentari yang merekah

ah kasihku
betapa aku tak bisa berhenti mencintaimu

Kamis, 28 Mei 2009

Biarkan aku terus mencintaimu



Kekasih,
Aku tahu Kau datangi kamarku pagi ini
Aku dapat merasakan kehadiranMu di sela-sela sujudku
Aku dapat melihat sepasang mataMu yang berbinar indah
Mata kemilau yang membuatku ingin melebur ke dalamnya

Tahukah Kau, Kekasih?
Aku bahagia, sangat bahagia
Ketika pelan-pelan kurasakan belaianMu di rambutku
Ketika tiba-tiba kurasakan kecupan hangatMu di mataku yang tak kuasa menahan tangis.
Tangis bahagia karena Kau membalas cintaku

Tubuhku luluh, kehilangan daya saat Kau angkat aku dari simpuh
Hmm...tanganMu begitu kokoh
Kuraskan itu kala Kau tarik bahuku dan menggapai jemariku
yang masih menapak di sajadah menjajari dahi
Lunglai aku dalam dekapMu
Tak kuasa kutampik pelukMu yang begitu hangat, menenangkan

Demi namaMu,
Jangan pernah lepaskan aku, jangan tanggalkan pelukan itu
Biarkan bentangan tanganMu jadi kembaraku
Ijinkan kedalamanMu kuselami, Kekasih
Aku mencintaiMu, ya...mencintaiMu
Adakah Engkapun mencintaiku?

Kupikir, ya...
Ya...kupikir begitu...Engkau juga cinta padaku
Harus kuyakini Engkau mencintaiku
Bukan, Kekasih...ini bukan paksaan
Ini cuma ucap pengharapan
Keyakinan yang kubangun untuk menjaga cintaku padaMu

Kalau memang benar ada sepercik cinta itu untukKu
Tolong...kumohon Kekasih,
Cintai aku karena kesalahanku, karena aku tak selalu bertindak benar
Cintai aku karena kedurhakaanku, karena aku tak selalu patuh padaMu
Cintai aku karena kebodohanku, karena aku memang tak berilmu
Cintai aku karena kelemahanku, karena aku bukanlah sang perkasa
Cintai aku karena kefakiranku, karena aku bukan penguasa semesta
Cintai aku karena kekuranganku, karena aku sungguh tak sempurna

Kekasih...
Tolong terima aku apa adanya
Karena memang aku tak punya apa-apa
Sungguh, aku mencintaiMu
Biarkan aku selamanya bersimpuh di ujung kakiMu
Biarkan aku selamanya bergantung di ujung jariMu
Biarkan aku selamanya menitipkan jiwa dalam genggamanMu

aku sepertinya akan kehilangan kata-kata
Mungkin sebaiknya memang kata-kata enyah di antara kita
Kata-kata yang kadang berdusta, yang kadang lontarkan apa yang tak ingin hatiku sampaikan
Biar kini hatiku saja yang menuliskan aksara
Supaya jiwaku bisa bicara
Bicara tanpa suara
Cerita tentang betapa cintaMu merasukiku, menawar luka, membelai jiwa
cintaMu menghidupiku
Cintai terus aku, Kekasih...
Kalaupun tidak, biarkan aku yang terus mencintaiMU

Jumat, 12 Desember 2008

Temukan Cinta Anda



Bila anda tak mencintai pekerjaan Anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila Anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja Anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor Anda. ini mendorong Anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh Anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja Anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila Anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa Anda cintai dari kerja Anda; tanaman penghias, meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja.

Bila anda tak menemukan yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, maka mengapa Anda ada di situ ??? Tak ada alasan bagi Anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan cinta yang tulus