Tampilkan postingan dengan label Uncategories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uncategories. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2009

Tips Cara Menghindari Mata Lelah di Depan Komputer


Kebiasaan berlama-lama di depan monitor Laptop maupun PC pasti akan membuat mata lelah dan kepala pening. Entah itu untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing.

Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita.

Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.

Bahkan gangguan seperti mata kering yang membuat mata terasa perih juga mengancam. Berikut ini beberapa tips menghindari mata lelah saat berada di depan monitor:

1. Jaga Jarak Pandang Anda
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.

Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman. Bila perlu, ganti ukuran monitor dengan yang lebih besar.

2. Beralih ke LCD
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain itu, energi listrik yang dibutuhkan juga lebih besar. Disarankan mengganti monitor CRT dengan LCD.

Bagi yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang lebih terjangkau.

3. Atur Monitor
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnesyang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.

Misal settingan seperti, ‘text’ atau ‘internet’ akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan ‘game’ atau ‘movie’ akan terlihat lebih terang saat digunakan.

4. Gunakan Kacamata Anti Radiasi
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi.

Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.

Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.

5. Istirahatkan Mata Anda
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya.

Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.

Bila perlu, beli dan konsumsi vitamin untuk mata yang mungkin saja sangat diperlukan oleh mata Anda.

Jumat, 23 Oktober 2009

Waspadai Efek Samping obat !!


Obat bisa menyembuhkan, di sisi lain obat juga dapat memberi efek tidak menguntungkan. Setiap konsumen sebaiknya mencatat semua efek samping yang dialami, lalu melaporkannya ke dokter, atau ke apoteker.
Aspirin misalnya, obat pengencer darah ini dapat menyebabkan mual, muntah, rasa panas di dada, gangguan pencernaan, bahkan dapat menimbulkan perdarahan di saluran cerna. Atenolol, obat untuk menurunkan terkanan darah dan irama jantung, bisa menimbulkan efek rasa lelah, irama jantung lambat dan kesulitan bernafas.
Sementara obat jenis Antiplatelet, pencegah serangan jantung dan stroke seperti clopidogrel bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, sembelit, sakit kepala, gejala seperti flu, nyeri sendi atau punggung.

Mungkin masih banyak efek samping lain yang bisa ditemui. Demikian juga efek samping beberapa jenis obat lain, seperti untuk keluhan sariawan. Seandainya efek samping tersebut belum tertera dalam brosur obat, sebaiknya pasien yang mengalami memberitahukan segera kepada dokter yang meresepkannya.
Efek samping yang sering muncul
  • Efek psikiatrik dan neurologis, berupa : Vertigo, kebingungan, halusinasi, depresi, iritabilitas, insomnia, gangguan penglihatan, agitasi atau gelisah dan mengantuk.
  • Efek pada kulit dan mukosa, berupa : Rambut rontok, gatal, bintik-bintik merah, gatal dan bengkak pada kulit, alergi matahari, ruam dan hematoma (memar).
  • Efek pada sistem pencernaan, berupa : Mual, muntah, diare, sembelit, nyeri perut, gas dalam perut, penyakit kuning dan pendarhan usus.
  • Efek pada endokrin dan ginjal, berupa : Urin berwarna, batu ginjal, sulit kencing, meningkatnya volume payudara, impotensi, gangguan menstruasi dan retensi urin.
Proses penelitian efek obat
Kebanyakan obat didesain untuk menyembuhkan penyakit atau mencegah serangan. Seperti pisau, tak hanya manfaat yang bisa diperoleh, tetapi efek-efek yang mungkin tidak kita harapkan bisa jadi muncul. Karena itu, obat harus melewati siklus panjang sebelum disetujui oleh tenaga kesehatan yang berwenang untuk bisa dikonsumsi masyarakat.
Proses ini meliputi penelitian efek obat terhadap tubuh dari segi penyerapan maupun transportasinya ke berbagai organ tubuh, transformasinya menuju molekul lain (metabolit), dan eliminasi, termasuk di dalamnya penelitian akan efikasi (manfaat) dan toleransinya terhadap tubuh. Selanjutnya, rasio antara manfaat dan risiko akan dihitung dan dianalisis dengan parameter tertentu apakah obat itu bersifat menyembuhkan, hanya mencegah atau keduanya.
Hasilnya, rasio antara manfaat dan risiko ini dibandingkan dengan terapi lain yang ada. Bila hasilnya positif, artinya manfaat lebih banyak dibanding risikonya, barulah obat itu bisa disetujui untuk dipasarkan. Di pasaran pun penelitian masih dilanjutkan. Pada saat ini baru ketahuan efek samping obat yang sedang diuji coba, kejadian-kejadian yang tidak diharapkan akibat konsumsi obat ini dikumpulkan, diidentifikasi apa bentuk dan seberapa sering serta mengenai siapa saja.
Semua keluhan dari pengguna dilaporkan oleh para petugas kesehatan, seperti dokter, perawat, dan apoteker ke perusahaan farmasi yang memproduksinya. Laporan ini akan dianalisis kemudian diinformasikan ke badan pengawas obat dan disebarluaskan melalui label dalam kemasan obat.
Kerapkali terjadi juga beberapa efek samping yang jarang muncul, kelihatan saat obat sudah dikonsumsi. Efek samping juga baru ketahuan ketika banyak orang mengonsumsi obat itu dalam periode cukup lama. Karena itu, penting bagi kita sebagai pasien untuk segera menyampaikan segala keluhan akibat penggunaan obat. Dengan demikian kita membantu pendeteksian efek samping baru, guna mendukung proses penelitian obat ini lebih lanjut.
Ditarik dari pasaran
Proses pengumpulan data berupa keluhan atras efek samping obat beserta analisis disebut pharmacovigiliance. Analisis periodik dan evaluasi yang dibuat tim pharmacovigiliance akan divalidasi oleh badan pengawas obat. Badan ini juga bisa meminta informasi lain yang lebih komplit, terkait dengan efek samping obat yang sedang dipasarkan. Secara teratur, laporan ini akan dilihat kembali dan divalidasi. Tujuan utama seluruh tahap ini, yakni demi keamanan dan perlindungan pasien.
Tidak jarang dalam proses ini, badan pengawas obat menyatakan obat dianggap tidak layak karena efeknya membahayakan, sehingga harus ditarik dari pasaran, meski sudah banyak penggunanya. Karena itu, jangan ragu-ragu menyampaikan keluhan terkait dengan penggunaan obat kepada dokter, apoteker atau langsung ke badan pengawas obat.

Kamis, 27 Agustus 2009

Di Indonesia, 1,7 Juta Orang Buta Aksara


Hasil penelitian Pusat Statistik Pendidikan (PSP) menyebutkan bahwa sampai akhir tahun 2008 terdapat 1,7 juta penduduk Indonesia yang buta aksara. Wilayah perbatasan sangat rawan terjadi tindak kejahatan, antara lain penyelundupan manusia, perdagangan manusia, perdagangan gelap senjata, narkoba, pembalakan liar, pencurian ikan, dan penebangan liar.

Mereka akan menjadi prioritas pemerintah jika target rencana strategis (renstra) pendidikan nasional hendak dicapai. “Berdasarkan hasil survey PSP, masih terdapat 5,96 persen penduduk yang buta aksara. Sedangkan target pemerintah pada akhir tahun 2009, penduduk buta aksara diharapkan tinggal 5 persen,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Non-Formal dan Informasi Depdiknas, Hamid Muhammad.

Hamid optimistis, sebelum akhir 2009, target sudah tercapai. Tapi, persoalan yang sesungguhnya bukan sekadar mengentaskan buta aksara. “Melainkan bagaimana membuat warga yang buta aksara itu menjadi lebih berdaya dan memiliki keterampilan hidup,” jelasnya.

Menurut Hamid, sudah waktunya filosofi pengentasan kemiskinan buta aksara harus diubah dari sekadar membuat orang dapat membaca, menulis dan berhitung menjadi lebih kepada pemberdayaan masayarakat.

Di lain pihak, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar Masyarakat (SKB) dianggap sebagai ujung tombak institusi atau lembaga pendidikan yang sangat penting untuk menjaring kalangan yang terpinggirkan dan tidak memperoleh akses pendidikan formal. Dua lembaga informasi ini juga berpotensi untuk mendukung pengentasan buta aksara.

“Melalui PKBM diharapkan program utama pendidikan keaksaraan pada orang dewasa dapat dilaksanakan secara optimal,” ujar pakar pendidikan dan dosen Univeritas negeri Jakarta, Prof Napitupulu.

Sabtu, 13 Desember 2008

Cerita Berawalan Huruf "T"

Takkala Temperatur Terik Terbakar Terus, Tukang Tempe Tetap Tabah, "Tempe-tempe" , Teriaknya. Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu, Terpaksa Teriakannya Tambah Tinggi, "Tahu...Tahu. ..Tahu... !"

"Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!", Timpal Tukang Tempe . Tukang Tahu Tidak Terima,"Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek.... !"




Tukang Tempe Tertegun, Terhenyak, "Teplakkk... !" Tamparannya Tepat Terkena Tukang Tahu. Tapi Tukang Tahu Tidak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe .

Tukang Tempe Terjengkang Tumbang! Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu. Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut, "Tidak Takut!!" Tantang Tukang Tahu.

Tidak Ternyana Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Terus Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu, Tak Terelakkan! Tujuh Tempat Terkena Tinjunya, Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak.

Tukang Tahu Terjerembab. "Tolong.. Tolong.. Tolong..!", Teriaknya Terdengar Tinggi. Tetapi Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, "Tempe .. Tempe .. Tempe ..!!"

LaughingLaughingLaughing